To'ing itu nama kucingku, betina kembang telon. Usianya sekarang mungkin udah 6 ato 7 tahun. Aku gak inget pastinya soalnya waktu To'ing dipungut, aku masih SMA di luar kota. Yup, dia dipungut.
Berawal dari kunjungan mami ke tempat temennya. Waktu lagi ngobrol-ngobrol, ada suara kucing ngeong-ngeong keras sekali. Awalnya tidak tertarik untuk melihat karena berpikir "paling cm kucing dibuang". Sejam berlalu dan mami sudah mau pulang, anak kucing itu masih mengeong dan lebih keras dari sebelumnya. Karena penasaran, mami mencari-cari sumber suara. Di seberang jalan ada kucing kembang telon kecil, mungkin sekitar 2-3 bulan, tapi suaranya keras dan melengking sekali. Trenyuh, akhirnya anak kucing itu dibawa ke mobil dan pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, kucing itu masih mengeong-ngeong lemah (mungkin capek karena ngeong-ngeong berjam-jam), berusaha sembunyi dari orang tak dikenal tersebut, yaitu mami yang berusaha memberinya susu. Setelah minum susu, dia berusaha menjelajah rumah, tapi tetap waspada. Hari berikutnya dia mulai akrab dengan anggota keluarga, mau dielus dan nagih susu terus.
Sebelum To'ing, kami sering kedatangan kucing betina liar lain. Dia datang untuk minta makan (catatan: kalo kamu memberi makan kucing liar, maka dia akan datang di hari berikutnya untuk minta makan lagi) dan tidur-tiduran sebentar, kemudian pergi lagi.
Kucing liar itu kadang-kadang melahirkan di rumah kami, dan kebetulan saat itu dia sedang punya anak di rumah kami. Anak-anaknya waktu itu masih kecil-kecil, lebih kecil daripada To'ing saat itu. Jadilah si To'ing di suruh menyusu sama kucing liar itu. Pertamanya takut, lama-lama dia mau juga. Sejak saat itu, kucing liar tersebut kami panggil Tante, karena kami pikir dia seorang tante dan ibu susu bagi To'ing kecil. Sayangnya, sekarang Tante sudah mati karena keracunan makanan (hiks), karena dia kucing liar jadi tidak tau dia makan apa saja, tau-tau pas kembali dia sudah lemah dan muntah-muntah. Akhirnya mati.
Aku nggak tau kenapa dikasih nama To'ing, yang jelas dia tau kalo To'ing itu namanya. Setidaknya dia mau datang kalo kami meneriaki namanya. Aku selalu membayangkan asal nama To'ing. Aku pernah tanya sama mami kenapa namanya itu, tapi mami bilang lupa. Mungkin karena dia suka berlari sambil melompat, kalo di film kartun mungkin bunyinya tuing tuing (hahaha, bercanda). Sampe sekarang juga masih begitu. Walau sedang hamil seperti sekarang, dia tetap aktif (lari-lari dan berlompatan kesana kemari) dan gak seperti kucing lainnya yang menjadi tenang saat hamil (mis: Tante ato anak perempuan To'ing), dia semakin aktif dan gila seperti kucing kecil baru belajar bermain (panjat-panjatan, menerjang apapun yang bergerak maupun tidak bergerak, walaupun itu benda mati seperti tali rafia dan plastik kresek). Kami sampai kuatir dengan kondisi perutnya yang makin besar itu (*mengelus dada*).

Aniway, sekarang dia sudah dewasa (sudah setengah baya kalo umur manusia), dan lagi hamil. Beberapa bulan lalu rencananya dia mau di steril karena kasihan kalo punya anak terus. Dan lagi anaknya yang sebelum ini, semuanya mati karena terkena Panleukopenia, yang membuat aku super duper sedih dan stres sampai menangis selama 2 minggu penuh karena merawat mereka siang dan malam. Takdir berkata lain dan mereka 1 per 1 pergi, dan rumah ini menjadi sepi sekali tanpa mereka. Ngomong-ngomong, foto yang aku pake untuk profile picture adalah foto To'ing dan anak-anaknya sebelum terkena panleukopenia. Back to To'ing, selagi menyusun jadwal temu dengan dokter hewan, ternyata To'ing diketahui sudah hamil lagi (haahh..*ngelus dada lagi*). Jadilah sekarang kami sedang menunggu-nunggu kelahiran anak-anak To'ing generasi entah keberapa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar